Enam Bulan, Keyra Shifa Adinda

key lahirHari ini, tepat enam bulan lalu.

Klimaks. Hiperemesis yang jauh lebih parah dari saat hamil Raia, prediksi SPOG yang meleset begitu jauh, sampai malam itu (04/07/12) mencapai puncaknya dengan air yang terus-menerus keluar. Kondisi ini, belakangan kuketahui sebagai “kembar air” atau polihidramnion.

Tengah malam, ketuban mulai pecah. Kami lari ke bidan terdekat, dan ternyata belum ada pembukaan. Bidan merujuk ke klinik SPOG yang menanganiku. Subuh2, cairan kembali keluar deras. Panik. Takut. Gugup. Dalam perjalanan menuju klinik, air terus-menerus keluar, begitupun setiba di klinik. Dokter mengultimatum: caesar atau dipacu. Pilihan yang sama-sama sulitnya. Terus terang, aku parno kalo harus operasi. Terpikir, bagaimana kalau setelah dibius, aku tidak bangun lagi?πŸ˜€

Akhirnya, aku memutuskan dipacu.

Obat disuntikkan dalam infus. Menit demi menit berlalu. Kontraksi makin cepat dan membuatku menggigil. Tepat zuhur, aku dipindah ke ruang bersalin, dan setengah jam kemudian, pada 5 Juli 2012, keluarlah bayi mungil cantik itu.

Hal pertama yang mencolok, adalah rambut yang lebat, dan setelah itu, jemarinya yang lentik. Jari-jari kaki dan tangannya langsing dan panjang2.πŸ˜€

Enam bulan persis dia hari ini. Sudah mulai makan. Makin aktif. Tambah ceriwis. Dan banyak tertawa. Sehat dan terus bahagia, ya, Nak. Bunda sayang kamu.

IMG_0022

4 thoughts on “Enam Bulan, Keyra Shifa Adinda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s