Odisseus, Perang Troya, dan Mitologi Yunani

Menemukan nama Odisseus di dalam naskah yang sedang saya terjemahkan, membuat saya teringat pada film Troy, film yang saya tonton berulang kali karena terpikat dengan kisah dan penggambarannya tentang perang Troya.

Odisseus adalah sahabat Achilles (yang dalam film Troy diperankan dengan apik oleh Brad Pitt). Di dalam film tersebut, Odisseus diperankan oleh Sean Bean. Odisseus berlayar ke Troya di Asia Minor, untuk memimpin armada perang Ithaca demi membantu Raja Agmemnon dalam misinya menaklukkan bangsa Troya. Bersama Achilles, Odisseus menjadi pahlawan dalam Perang Troya.

Dikisahkan, ambisi Raja Agamemnon untuk menguasai seluruh wilayah Aegean terhambat oleh keberadaan Troya yang begitu sulit ditundukkan. Agamemnon tidak punya alasan untuk menyerang Troya karena hubungan damai telah mengikat mereka. Peristiwa dilarikannya Helena, istri Menelaos Raja Sparta (adik Agamemnon) oleh Paris dari Troya, dijadikan alasan untuk menghancurkan Troya. Raja Sparta itu murka, dan bersama Raja Agmemnon serta raja-raja Yunani lainnya, ia menyerbu Troya.

Perang Troya sesungguhnya memakan waktu dua puluh tahun lamanya (meski dalam film digambarkan hanya beberapa minggu saja). Sepuluh tahun pertama mengumpulkan armada perang di pihak Yunani, sepuluh tahun berikutnya adalah masa berperangnya. Pahlawan yang terlibat dalam perang ini, di antaranya adalah Achilles, Odisseus, Aias, dan Diomedes dari Yunani, dan Hektor serta Paris dari Troya.

Setelah bertahun-tahun belum dapat membobol benteng Troya, pasukan Yunani mulai frustrasi. Namun, kemudian, Odisseus mencetuskan ide cemerlang. Pasukan Yunani membuat sebuah kuda kayu raksasa yang diisi oleh beberapa prajurit. Pasukan Yunani meninggalkan kuda itu dan pura-pura pergi meninggalkan Troya. Pasukan Troya yang melihat pasukan Yunani mundur, mengira mereka telah menyerah. Mereka berpikir bahwa kuda raksasa yang merupakan simbol persembahan buat Poseidon itu, adalah pernyataan kekalahan dari Yunani. Orang-orang Troya membawa kuda itu ke dalam kota dan merayakan kemenangan mereka. Malam harinya, para prajurit yang bersembunyi di dalam perut kuda pun keluar, membuka gerbang Troya sehingga pasukan Yunani berhasil menerobos masuk dan meluluhlantakkan Troya.

Setelah berhasil menaklukkan Troya, dalam perjalanan pulang ke Yunani, para dewa yang marah karena tindakan brutal pasukan Yunani menghancurkan kuil-kuil di Troya, menghukum mereka. Banyak prajurit yang mati dalam perjalanan pulang, bahkan Odisseus tersesat selama sepuluh tahun lamanya, dan mengalami banyak penderitaan serta kehilangan semua anak buahnya.

Kisah mitologi Yunani, selalu menarik buat saya, karena sarat makna filosofis. Karma yang disandang Odisseus karena telah menghancurkan kuil, hanya sebagian kecil contohnya. Kadang, jika bertemu dengan nama tokoh mitologi Yunani, saya meluangkan waktu untuk mencari tahu siapa dirinya dan bagaimana kisahnya. Dan, pencarian itu bisa dimulai dari situs WIKIPEDIA ini.

4 thoughts on “Odisseus, Perang Troya, dan Mitologi Yunani

  1. Tooos soal mitologi Yunani, walaupun banyak nama dan tokoh yang membuatku harus melihat catatan, ini siapa, anak yang mana, dan seterusnya:))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s