Mengenalkan Seni kepada Anak

Siap pentas menari
Siap pentas menari

Seni akan mampu memberikan bantuannya dalam rangka pembentukan kepribadian anak. Pengalaman berkesenian atau pengalaman berolah seni dalam bentuk latihan, mencipta, berkreasi melalui latihan-latihan akan melibatkan kognitif, afektif serta psikomotorik. Ketiga aspek tersebut secara totalitas juga melibatkan semua aspek jiwa seperti kecerdasan, kemauan, kebiasaan berdisiplin dan lain-lainnya. Melalui kegiatan seni, secara tidak langsung akan membentuk diri anak menjadi insan yang seimbang jasmani rohaninya, Pendidikan seni dapat pula sebagai fasilitas anak untuk bereksperimen melakukan kegiatan kreatif dalam bentuk ekspresi visual, ekspresi kinetik atau ekspresi lainnya yang sesuai dengan medium pokoknya.

Kegiatan latihan menari akan dapat merangsang berbagai aktifitas tubuh, baik secara fisik, maupun non fisik. Secara fisik jelas bahwa aktifitas latihan tari yang dilakukan oleh setiap anak akan membentuk elastisitas tubuh menjadi semakin baik, sehingga semua gerak-gerik tubuh menjadi terbiasa. Kegiatan latihan fisik juga akan memacu sebuah refreshing tubuh Dengan latihan menari, suasana segar, riang, bercengkrama akan didapatkan dan selanjutnya kejenuhan rutinitas  tubuh akan hilang. Secara sederhana, tarian anak-anak adalah tarian yang sesuai dengan kodrati anak-anak, kebanyakan tarian anak-anak dari isi dan bentuknya adalah sebagai berikut

1. Permainan
Pada dasarnya, anak-anak seusia sekolah dasar masih sangat menyukai bermain atau permainan apapun bentuknya. Kebutuhan akan bermain yang begitu kuat ini  merupakan modal dasar yang dominan, apabila dapat digunakan sebagai media pembentukkan dalam proses belajar. Secara tidak sadar, dalam melakukan berbagai aktivitas permainan sebenarnya si anak akan menyerap berbagai penguatan untuk membentuk dirinya. Membentuk penguatan solidaritas, penguatan kreatif, kemandirian, keberanian, tantangan, bahkan mengembangkan daya cipta, dari permainan yang ada anak juga dapat berkreativitas untuk menciptakan permainan yang baru yang dianggap lebih menarik.

Secara psikologi, anak yang tebal pengalamannya dalam berbagai permainan, kejiwaanya akan lebih mudah dibentuk atau terbentuk menuju pada jati dirinya. Karena permainan merupakan bagian yang paling digemari, maka sesuatu pembelajaran yang dimasukkan melalui pola-pola permainan juga mudah

2. Alam dan Binatang.
Tema-tema alam dan binatang biasanya sangat dekat dan disukai anak-anak. Dengan pilihan tema-tema tersebut anak akan dapat berimajinasi secara bebas tentang keindahan taman, bunga, gemerlapnya bintang di langit, karang dan ombak, pelakuan-pelakuan binatang seperti kelinci, kancil, gajah, kuda, burung dan sebagainya.

3. Pekerjaan.
Biasanya akan menyangkut jenis pekerjaan sehari-hari yang diperkirakan pantas dilakukan dan sesuai dengan anak-anak; seperti memancing, menyapu, memelihara bunga, mencabit rumput, mengasuh adik, memimbang boneda dll.

4. Budi pekerti.
Tema-tema yang berkaitan dengan jiwa kepahlawanan, rasa ashi terhadap sesama, kesetiakawanan sosial, cinta lingkungan dll.

(Dicuplik dari SENI TRADISI SEBAGAI MEDIA MENGEMBANGKAN KREATIVITAS*
Oleh: Dwi Wahyudiarto)

http://psbps.org

2 thoughts on “Mengenalkan Seni kepada Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s