Editanku-Update

Buku-buku yang kuedit, yang sudah terbit, antara lain:

  1. Noda Pipi Seorang Perempuan (kumcer Ratna Indraswari Ibrahim), Tiga Serangkai
  2. Sebiji Pisang dalam Perut Jenazah (kumcer M. Shoim Anwar), Tiga Serangkai
  3. Kuda Kayu Bersayap (kumcer Yanusa Nugroho), Tiga Serangkai
  4. Konspirasi Nuklir (novel thriller, Jodhi P. Giriarso), Tiga Serangkai
  5. Taman Sunyi Sekala (novel filsafat, Aida Vyasa), Tiga Serangkai
  6. Hantu Jeruk Nipis (novel komedi, Hendra Veejay). Tiga Serangkai
  7. Let’s Talk About Love (agama, Sidik Hasan Abu Nasma), Tiga Serangkai
  8. Ex Nihilo (novel teenlit, Dwi Ira Mayasari), Tiga Serangkai
  9. The Half Mask (novel thriller, Deasilawati P), Tiga Serangkai
  10. Labirin Lazuardi (novel serial remaja, Gola Gong). Tiga Serangkai
  11. The Mistress Revenge (novel romance, Tamar Cohen), Bentang Pustaka.
  12. Slammed (novel remaja, Colleen Hoover), Gramedia Pustaka Utama
  13. Real Men Will (novel roman, Gramedia Pustaka Utama)
  14. Point of Retreat (novel remaja, Gramedia Pustaka Utama)
  15. Trace of Fever (novel roman, Gramedia Pustaka Utama)
  16. The Last Cowboy (novel roman, Gramedia Pustaka Utama)
  17. Dangerous (novel roman, Gramedia Pustaka Utama)

Terjemahanku

Buku-buku terjemahanku, yang sudah terbit.

  1. Tes Psikometri (Tiga Serangkai)
  2. Islamic Rose Books, “Tamu Asing di Rumah Nenek” (Tiga Serangkai)
  3. Islamic Rose Books, “Sahabat yang Datang dan Pergi” (Tiga Serangkai)
  4. Seri Semua Bisa, Marah (Tiga Serangkai)
  5. Seri Semua Bisa, Sedih (Tiga Serangkai)
  6. Seri Semua Bisa, Takut (Tiga Serangkai)
  7. Seri Semua Bisa, Bahagia (Tiga Serangkai)
  8. Seri Dunia Satwa, Hiu (Tiga Serangkai)
  9. Seri Dunia Satwa, Aligator (Tiga Serangkai)
  10. Seri Dunia Satwa, Gorila (Tiga Serangkai)
  11. Seri Dunia Satwa, Penyu (Tiga Serangkai)
  12. Almost Dead, Cinta di Pusaran Dendam (Dastan Books)
  13. If She Only Knew, Dendam sang Kekasih Gelap (Dastan Books)
  14. Why Men Die First (Daras Books)
  15. Metode Megakills (Penerbit Hikmah)
  16. Emily of New Moon (Qanita)
  17. The Story Girl (Bentang Pustaka)
  18. Ruby, Cinta dan Kepahitan Hidup (Dastan Books)
  19. Front of the Class (Tiga Serangkai, Solo)
  20. One Pink Rose, One White and Red Rose: Pengantin Clayborne (Dastan Books)
  21. Judgement in Death (Gramedia Pustaka Utama)
  22. The Adventures of Huckleberry Finn (Bentang Pustaka)
  23. Gadis Korek Api (Penerbit Atria)
  24. Hansel dan Gretel (Penerbit Atria)
  25. Silent Killer (Dastan Books)
  26. The Queen Must Die  (Tiga Serangkai)
  27. My Name is Memory (Bentang Pustaka)
  28. The Queen at War (Metamind)
  29. Shadow and Bone (Mizan Fantasi)
  30. The Visions in Death (Gramedia Pustaka Utama)
  31. Fools Rush In (Gramedia Pustaka Utama)

Dipecah atau Digabung?

Saya punya kebiasaan menerjemahkan dengan memilah bab dan menyimpannya dalam pecahan-pecahan file, karena membuat saya lebih dapat berkonsentrasi pada materi yang sedang saya hadapi. Saya acap terganggu saat melihat sisa terjemahan yang masih banyak. Bisa bikin panik. Setelah selesai seluruh bab, saya satukan kembali dalam satu file untuk dikirimkan ke penerbit. Selama ini baik-baik saja. Namun, di saat terakhir, saya mengalami insiden terlewat dua bab. Haduh, malu. Ternyata cara ini cukup berisiko jika konsentrasi sedang tidak terlalu baik.

Dulu, di awal-awal menjadi penerjemah lepas, saya pernah mengirimkan file per tiga bab pada suatu penerbit, tetapi penerbit itu meminta satu file utuh, dan sejak itu saya selalu mengompilasi file terjemahan sebelum dikirimkan, sampai sekarang. Ternyata, mengingat risiko siwer, sepertinya mengirim kerjaan dengan file terpisah-pisah lebih aman, karena cepat lebih cepat terdeteksi jika ada yang kurang. Yang pasti, kalau mau mengompilasi, kudu benar-benar jeli dan dalam kondisi tidak mengantuk.😀

Nah, agar tidak mengantuk, mari kita ngopi. :D*OOT coffee

Gonjang-Ganjing Awal Tahun Itu….

coffee_computer3Bermula dari iseng buka blog teman-teman (duh, pada rajin apdet!), akhirnya pulang ke blog sendiri. Bener-bener ya, males banget aku ini! Posting terakhir empat bulan lalu! Eh, masih mending sih ketimbang tahun lalu yang vakum setahunan, hihi.

Jadi, mau nulis apa, ya? Banyak sih yang terjadi di empat bulan terakhir.

Yang jelas, awal tahun 2013 ini bukan permulaan yang cukup mulus. Persoalan ART yang resign, bikin kelabakan dan membuat jadwalku superkacau. Rumah berantakan dan kerjaan keteteran, karena aku fokus ngurus keperluan Raia dan Keyra–yang masih bayi.

Proses pergantian dari ART lama ke ART baru  juga sangat menguras tenaga dan emosi. Tsah.

ART baru dari audisi pertama membuatku naik darah hampir tiap hari. Gimana enggak, hobinya bolos, sodara-sodara! Sehari masuk-sehari enggak, dua hari masuk-tiga hari enggak, tiga hari masuk-seminggu absen! Gimana enggak cekot-cekot? Mana saat itu deadline2 kerjaan sudah dekat sejak ART lama resign. Tobat!

Akhirnya audisi ART kedua dilakukan. Dan ini makan waktu pula. Susah zaman sekarang, nyari ART. Jangankan yang 24 jam, yang enggak tidur dalem pun susah dicari. Kebanyakan lebih pilih kerja di pabrik!

Jadi, agar aku bisa konsen menyelesaikan pekerjaan, Key dititipkan di rumah mertua—yang jaraknya menempuh hampir sejam perjalanan. Pagi dibawa ayahnya, sore baru pulang saat ayahnya pulang kerja. Kadang malah malem. Itu bikin kondisi dia drop. Ditambah lagi seneng-senengnya bereksplorasi memasukkan benda ke mulut, dia pun kena disentri. Sedih. Lalu mencoba abai pada pekerjaan (dan membuatku kembali meminta perpanjangan tenggat dan jadi sangat tidak profesional) dan memusatkan perhatianku pada kesembuhan Key dan pemulihan kondisinya.

Praktis dua bulanan, hidupku kacau gara-gara ART. Sungguh tidak keren, bukan?

Alhamdulillah kemudian aku dapat ART yang baik. Ibu-ibu paruh baya, enggak bolosan, terampil megang anak kecil, dan rumah pun menjadi cukup rapi. Aku bisa konsen kembali ke pekerjaan, dan hidup pun perlahan kembali normal.

Lalu Tuhan pun memberikan penghiburan. Di saat pikiran kembali jernih, kreativitas membebaskan dirinya. Di sela kerja, aku masih bisa nulis untuk ikut dalam lomba novel Wanita dalam Cerita-nya Bentang. Rampung di malam menjelang deadline, novel berjudul One and Only lolos dalam 18 besar dan menjadi juara 2. Alhamdulillah….

Akhirnya setelah Cinta dalam Belanga di tahun 2009, aku mau punya buku lagi! Yeay!😀