“Kau di mana?” suara suaminya dipenuhi kegalauan lagi. “Kau tersesat lagi?” Anyelir menggerakkan bibirnya yang membiru. “Kau sungguh tak menemukan jalan pulang?” suaminya kian khawatir. “A…aku….” “Kau ada di haltemu?” Haltemu? “A…aku….” “Menyingkir dari tempat itu. Halte itu sudah tidak ada lagi. Jalan sudah dilebarkan dan sekarang hlalte itu sudah jadi marka jalan. Kau berada [...]
Archive for the ‘Literary Works’ Category
Segera Terbit: “Cinta dalam Belanga” !
Posted in Literary Works on 26/05/09 | 3 Comments »
Bukan Sekadar Senja
Posted in Literary Works on 29/08/08 | 1 Comment »
Anton kesal sekali. Hari itu ia harus kerja overtime karena rapat para manajer baru selesai sebelum magrib. Ia masih harus membereskan beberapa pekerjaannya sebelum benar-benar lega dan bisa pulang ke rumah. Ia baru selesai pukul tujuh. Namun, ketika tiba di tempat parkir, ia tak dapat menyalakan mobilnya.
Mobil Starlet merah keluaran tahun 80-an itu benar-benar tidak [...]
Enigma, Simpul Tak Bernama (a novel/part 5)
Posted in Literary Works on 26/05/08 | Leave a Comment »
Kerja, kerja, dan kerja adalah cara Hasta membungkam kerinduannya pada Raia.
Raia menemukan ia tengah menunggu dengan sikap tergugu. Sebatang rokok terselip di bibirnya, mata kemerahan yang kurang tidur, dan rambut yang acak-acakan. Ia menghalangi langkah Raia di pintu.
“Halo,”sapa Raia,”menunggu siapa?”
“Menunggumu,”sahut Hasta. Ia tak berani menatap.
Kening Raia berkerut. ”Aku?” ia menunjuk dadanya.
“Ya, kau.”
“Ada apa?”
“Eh….”
Gugup menyerang kembali. [...]
Enigma, Simpul Tak Bernama (a novel/part 4)
Posted in Literary Works on 26/05/08 | Leave a Comment »
Stepa terdiam beberapa saat. Ia berusaha menebak orang yang sedang berbicara dengannya. Ia teringat seseorang karena pada beberapa kali ia menangkap tipikal suara yang sama.
“Kami membutuhkan jawaban segera, saudara Stepa. Kalau Anda bersedia, kami menunggu Anda di studio Space TV sampai pukul tujuh malam ini. Kalau tidak, tawaran kami cabut kembali dan akan kami berikan [...]
Enigma, Simpul Tak Bernama (a novel/part 2)
Posted in Literary Works on 26/05/08 | Leave a Comment »
“Saya heran…,” desah Nadine seperti tak mendengar pertanyaan sahabatnya. “Mengapa seorang Elisa tiba-tiba menjadi sangat membumi? Menjadi wanita biasa, bercelemek, dan membuat adonan? Ada sesuatu yang salah di sini. Seharusnya akulah yang bertanya kepadamu, ‘Ada apa?’ Karena kau sangat tidak biasa menjadi seseorang yang ‘sangat biasa’.”
Elisa tertawa.
“Kau pasti sangat ingin tahu, kan?”
“Tentu saja. Atau, kau [...]




