Kerja, kerja, dan kerja adalah cara Hasta membungkam kerinduannya pada Raia.
Raia menemukan ia tengah menunggu dengan sikap tergugu. Sebatang rokok terselip di bibirnya, mata kemerahan yang kurang tidur, dan rambut yang acak-acakan. Ia menghalangi langkah Raia di pintu.
“Halo,”sapa Raia,”menunggu siapa?”
“Menunggumu,”sahut Hasta. Ia tak berani menatap.
Kening Raia berkerut. ”Aku?” ia menunjuk dadanya.
“Ya, kau.”
“Ada apa?”
“Eh….”
Gugup menyerang kembali. [...]
Archive for May 26th, 2008
Enigma, Simpul Tak Bernama (a novel/part 5)
Posted in Literary Works on 26/05/08 | Leave a Comment »
Enigma, Simpul Tak Bernama (a novel/part 4)
Posted in Literary Works on 26/05/08 | Leave a Comment »
Stepa terdiam beberapa saat. Ia berusaha menebak orang yang sedang berbicara dengannya. Ia teringat seseorang karena pada beberapa kali ia menangkap tipikal suara yang sama.
“Kami membutuhkan jawaban segera, saudara Stepa. Kalau Anda bersedia, kami menunggu Anda di studio Space TV sampai pukul tujuh malam ini. Kalau tidak, tawaran kami cabut kembali dan akan kami berikan [...]
a family: where it begins
Posted in Pictures of Life on 26/05/08 | Leave a Comment »
‘N we sang the song together
as if we live in an enchanted world
we just built it with love
with sorrow n joy
but still the song is remaining
n fulfill our heart with great happiness
Enigma, Simpul Tak Bernama (a novel/part 2)
Posted in Literary Works on 26/05/08 | Leave a Comment »
“Saya heran…,” desah Nadine seperti tak mendengar pertanyaan sahabatnya. “Mengapa seorang Elisa tiba-tiba menjadi sangat membumi? Menjadi wanita biasa, bercelemek, dan membuat adonan? Ada sesuatu yang salah di sini. Seharusnya akulah yang bertanya kepadamu, ‘Ada apa?’ Karena kau sangat tidak biasa menjadi seseorang yang ‘sangat biasa’.”
Elisa tertawa.
“Kau pasti sangat ingin tahu, kan?”
“Tentu saja. Atau, kau [...]




